kodeko.de [n] (1) tanda (kata-kata, tulisan) yg disepakati untuk maksud tertentu (untuk menjamin kerahasiaan berita, pemerintah, dsb); (2) kumpulan peraturan yg bersistem; (3) kumpulan prinsip yg bersistem
Referensi: http://kamusbahasaindonesia.org/kode#ixzz1gz5kYEKr
Penasaran dengan kata ‘kode’ yang beberapa bulan terakhir sering disebut-sebut di salah satu jejaring sosial sampai ke percakapan sehari-hari. Saya sendiri bingung dengan kata “kode” tersebut, karena seringkali ketika saya mengungkapkan sesuatu baik lisan maupun tulisan, akan muncul tanggapan dari beberapa teman yang menyatakan bahwa saya mengungkapkan suatu ‘kode’. Kejadian ini membuat saya berpikir bahwa memang benar adanya manusia memiliki pemikiran yang berbeda hehehehe. Sesuatu yang saya ungkapkan belum tentu bisa diterima sama persis seperti apa yang saya maksudkan. Hingga pada akhirnya saya mengambil kesimpulan sendiri bahwa “kode” yang dimaksud bisa jadi hanya asumsi semata.
Bicara tentang asumsi, saya pernah tercengang mendengar seseorang (atau mungkin lebih) yang melarang saya untuk berasumsi. Manusia berbeda dengan makhluk lainnya karena diberi akal, karena ada akal maka asumsi itu ada. Seiring dengan berjalannya waktu, saya mengerti maksud “larangan berasumsi” tersebut. Ternyata berasumsi itu buruk jika hanya menjadi batasan pemikiran tanpa pelaksanaan. Batasan itu memang adanya di kepala. Jadi berasumsi tentu saja diperbolehkan diiringi dengan pelaksanaan asumsi tersebut. Dan satu lagi pelajaran yang saya peroleh, berhati-hatilah dengan apa yang diungkapkan, karena sudut pandang dan pemikiran yang berbeda akan menghasilkan suatu asumsi yang bisa jauh berbeda dari makna ungkapan yang sebenarnya. Salah pengodean (coding error) bisa terjadi kapanpun, dimanapun dan pada siapapun
Discussion
No comments yet.